Pengertian Dosis Kecuali dinyatakan lain, yang dimaksud dengan dosis adalah dosis maksimum, yaitu dosis maksimum dewasa untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutis dan rektal. Selain dosis maksimal juga dikenal dosis lazim, dalam Farmakope edisi III tercantum dosis lazim untuk dewasa juga untuk bayi dan anak. Umumnya merupakan petunjuk dan tidak mengikat.
Definisi dosis (takaran) suatu obat ialah banyaknya suatu obat yang dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang penderita baik untuk dipakai sebagai obat dalam maupun obat luar. Ketentuan Umum FI edisi III mencantumkan 2 dosis yakni :
1). Dosis Maksimal ( maximum), berlaku untuk pemakaian sekali dan sehari. Penyerahan obat dengan dosis melebihi dosis maksimum dapat dilakukan dengan membubuhi tanda seru dan paraf dokter penulisan resep, diberi garis dibawah nama obat tersebut atau banyaknya obat hendaknya ditulis dengan huruf lengkap.
2). Dosis Lazim (Usual Doses), merupakan petunjuk yang tidak mengikat tetapi digunakan sebagai pedoman umum (dosis yang biasa / umum digunakan).
Macam – Macam Dosis
Ditinjau dari dosis (takaran) yang dipakai, maka dapat dibagi sebagai berikut :
1).
Dosis terapi
adalah dosis (takaran) yang diberikan dalam keadaan biasa dan dapat menyembuhkan si sakit.
2).
Dosis maksimum
adalah dosis (takaran) yang terbesar yang dapat diberikan kepada orang dewasa untuk pemakaian sekali dan sehari tanpa membahayakan.
3).
L.D.50
adalah dosis (takaran) yang menyebabkan kematian pada 50% hewan percobaan.
4).
L.D.100
adalah dosis (takaran) yang menyebabkan kematian pada 100 % hewan percobaan
Daftar dosis maksimal menurut FI digunakan untuk orang dewasa berumur 20 - 60 tahun, dengan berat badan 58 – 60 kg. Untuk orang yang sudah berusia lanjut dan pertumbuhan fisiknya sudah mulai menurun, maka pemberian dosis lebih kecil dari pada dosis dewasa.
Perbandingan dosis orang usia lanjut terhadap dosis dewasa :
Umur
Dosis
60-70 tahun
4/5 x dosis dewasa
70-80 tahun
¾ x dosis dewasa
80-90 tahun
2/3 x dosis dewasa
90 tahun keatas
½ x dosis dewasa
Dosis untuk wanita hamil
Untuk wanitahamil yang peka terhadap obat-obatan sebaiknya diberi dalam jumlah yang lebih kecil, bahkan untuk beberapa obat yang dapat mengakibatkan abortus dilarang, juga wanita menyusui, karena obat dapat diserap oleh bayi melalui ASI. Untuk anak dibawah 20 tahun mempunyai perhitungan khusus.
Dosis untuk anak dan bayi
Respon tubuh anak dan bayi terhadap obat tidak dapat disamakan dengan orang dewasa. Dalam memilih dan menetapkan dosis memang tidak mudah karena harus diperhitungkan beberapa faktor, antara lain umur, berat badan, jenis kelamin, sifat penyakit, daya serap obat, ekskresi obat. Faktor lain kondisi pasien, kasus penyakit, jenis obatnya juga faktor toleransi, habituasi, adiksi dan sensitip.
Aturan pokok untuk memperhitungkan dosis untuk anak tidak ada, karena itu beberapa tokoh mencoba untuk membuat perhitungan berdasarkan umur, bobot badan dan luas permukaan (body surface ) . Sebagai patokan dapat kita ambil salah satu cara sebagai berkut :
Menghitung Dosis Maksimum Untuk Anak
(1) Berdasarkan Umur.
- Rumus YOUNG : n /n+12 x dosis maksimal dewasa, dimana n adalah umur dari anak 8 tahun kebawah.
- Rumus DILLING : n/20 x dosis maksimal dewasa, dimana n adalah umur dari anak 8 tahun kebawah.
- Rumus FRIED : n/150 x dosis maksimal dewasa, n adalah umur bayi dalam bulan
(2) Berdasarkan Berat Badan (BB)
- Rumus CLARK (Amerika) :
Berat badan anak dalam kg x dosis maksimal dewasa
150
atau
Berat Badan Anak dalam pound x dosis maksimal dewasa 68
- Rumus Thermich ( Jerman ) :
Berat Badan Anak dalam kg x dosis maksimal dewasa 70
Ada 3 macam bahan yang mempunyai DM untuk obat luar yaitu :
Naphthol, guaiacol, kreosot
untuk kulit
Sublimat
untuk mata
Iodoform
untuk obat pompa
Dosis maksimum gabungan
Bila dalam resep terdapat lebih dari satu macam obat yang mempunyai kerja bersamaan/searah, maka harus dibuat dosis maksimum gabungan. Dosis maksimum gabungan dinyatakan tidak lampau bila : pemakaian 1 kali zat A + pemakaian 1 kali zat B, hasilnya kurang dari 100 %, demikian pula pemakaian 1 harinya.
Contoh obat yang memiliki DM gabungan : Atropin Sulfas dengan Extractum Belladonnae, Pulvis Opii dengan Pulvis Doveri, Coffein dengan Aminophyllin, Arsen Trioxyda dengan Natrii Arsenas dan lain-lain
Dosis dengan pemakaian berdasar jam, contohnya s.o.t.h. (setiap tiga jam)
(1) Menurut FI edisi II untuk pemakaian sehari dihitung :
24/n X = 24/3 X = 8 kali minum dalam sehari semalam
(2) Menurut Van Duin :
16/n + 1 X = 16/3 + 1 = 6 kali minum obat untuk sehari semalam, kecuali untuk antibiotika dan sulfonamida dihitung 24 jam (seperti rumus dari FI. II)
Dosis untuk larutan mengandung sirup jumlah besar
Harus diperhatikan didalam obat minum yang mengandung sirup dalam jumlah besar yaitu lebih dari 16,67 % atau lebih dari 1/6 bagian, BJ larutan akan berubah dari 1 menjadi 1,3, sehingga berat larutan tidak akan sama dengan volume larutan.
Pengenalan Pertimbangan Dosis
Selain dosis maksimal kita juga mengenal dosis lazimyaitu dosis suatu obat yang dapat diharapkan menimbulkan efek pada pengobatan orang dewasa yang sesuai dengan gejalanya. Rentangan dosis lazim suatu obat menunjukkan kisaran kuantitatif atau jumlah obat yang dapat ditentukan dalam pengobatan biasa . Pemakaian diluar dosis lazim (kurang atau lebih) menyebabkan suatu permasalahan . Misalnya kuman menjadi kebal atau penyakit tidak sembuh.
Dalam Farmakope Indonesia edisi III dicantumkan dosis lazim untuk orang dewasa dan dosis lazim untuk bayi dan anak-anak Selain dinyatakan dalam umur, dosis lazim juga bisa dihitung berdasarkan berat badan pasien mengingat beberapa pasien ada yang tidak sesuai antara umur dan berat badannya.
Untuk obat-obat tertentu, dosis awal atau pemakaian pertama kadang jumlahnya besar, hal tersebut mungkin dibutuhkan untuk tercapainya konsentrasi obat yang diinginkan dalam darah atau jaringan, kemudian dilanjutkan dengan dosis perawatan. Dosis lazim memberi kita sejumlah obat yang cukup tapi tidak berlebih untuk menghasilkan suatu efek terapi.
Obat-obat paten yang dijual di apotik pada umumnya sudah tersedia dalam dosis lazimnya, sehingga memudahkan tenaga kesehatan (dokter/farmasis) untuk menentukan besarnya dosis lazim untuk orang dewasa maupun anak. Contohnya CTM tablet (4 mg/tablet), Dexamethason tablet (0,5 mg/tablet), Prednison tablet (5 mg/tablet), Ampisillin kapsul (250 mg/kapsul atau 500 mg/kapsul), Ampisillin sirup (125 mg/cth) dan lain – lain.
Mengapa kita perlu mempertimbangkan dosis obat, bila dosis maximalnya tidak lampau ?
Hal tersebut perlu dipertimbangkan karena beberapa macam obat DM nya tidak lampau tetapi dianggap tidak lazim. Misalnya dosis maximal CTM 40 mg per hari, sedangkan dosis lazimnya 6-16 mg /hari. Bila pasien minum CTM tablet 3 kali sehari 2 tablet, dosis maksimalnya belum dilampaui, tetapi dianggap tidak lazim karena efek terapi sudah dapat dicapai cukup dengan pemberian 3 kali sehari 1 tablet.
sumber : http://anggiaryadi.blogspot.com/
Selasa, 02 April 2013
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya
berselawat (memberi rahmat) kepada Nabi s.a.w. (oleh karena itu) wahai
orang-orang yang beriman berselawatlah kamu (meminta rahmat) untuk Nabi
s.a.w dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan terhadapnya.”
(al-Ahzab 56)
KISAH SEORANG SUAMI
“Kalau bukan karena kedua anakku yang
masih kecil.. maka aku sudah mengikuti nafsuku untuk segera meninggalkan
dan menceraikan istriku yang tidak berbakti itu. Aku tidak mau
meninggalkan apa yang menjadi amanat-Mu dalam keadaan lemah Ya Allah.”
Itulah jeritan hati Yudi di malam itu..
di tengah heningnya malam, Yudi sudah biasa melewatkan malam malamnya
dengan kemesraan bersama Tuhannya, Allah Swt.
Di samping ruangan tempat sholatnya,
terbaring kedua anaknya yang masih balita, tertidur pulas, ditemani
istrinya yang enggan bangun untuk menemaninya shalat tahajjud, walaupun
Yudi sudah mencoba untuk membangunkannya.
Pagi hari.. Yudi bangun paling awal,
sholat shubuh dan langsung beranjak membereskan seluruh isi rumah,
mengepel, mencuci piring dan memasak, semuanya sudah menjadi rutinitas
Yudi di pagi hari. Setelah selesai, Yudi pun langsung membuka laptopnya
dan mulai bekerja melayani jasa para konsumennya.
Yudi adalah seorang konsultan bisnis,
banyak sekali pengusaha dan para pebisnis yang mengkonsultasikan masalah
bisnis mereka kepada Yudi. Dari penghasilan sebagai konsultan yang bisa
dikatakan cukup menjanjikan, Yudi tetap saja ikhlas menjalankan rumah
tangga yang sudah hampir 7 tahun dijalaninya tanpa keseimbangan
kewajiban suami istri.
Setiap kali Yudi mengajak istrinya untuk
melakukan hubungan, istrinya selalu menolak dengan beralasan kurang enak
badan. Saat Yudi bekerja, jika ada anaknya yang ingin BAB atau BAK,
maka istrinya teriak kepada Yudi untuk mengurusinya. Yudi pun menunda
dulu pekerjaannya, meraih anaknya kemudian membawanya ke kamar mandi.
Saat anaknya ingin diantar jajan, maka Yudi pun diteriaki kembali untuk mengantarkannya ke warung.
Saat istrinya ingin sarapan, maka Yudi diminta pergi ke tukang bubur atau tukang gorengan dekat rumahnya.
Itulah keadaan yang dialami Yudi setiap
hari. Hal ini dialaminya semenjak beberapa bulan lalu, sepulangnya dari
dinas di luar negeri, selama satu tahun lamanya.
Malam hari, saat adzan isya berkumandang,
Yudi langsung beranjak ke masjid sambil mengingatkan istrinya untuk
sholat isya. Sepulangnya dari masjid, Yudi sudah terbiasa melihat istri
dan kedua anaknya sudah terbaring di tempat tidur dan terlelap dalam
mimpi. Yudi pun mencoba membangunkan istrinya dan bertanya, “udah sholat
Isya Bu???” Istrinya menggeleng dengan mata yang sulit untuk dibuka
karena rasa kantuknya. Yudi pun mencoba membangunkan dan memintanya
untuk sholat isya dulu, tetapi istrinya tetap menggeleng, bahkan sampai
berkata “tidak akh Pa.. nanti saja”..
Itulah ketegaran Yudi dalam rumah
tangganya.. aku pun sebagai temannya baru tahu keadaannya seperti itu
saat kudesak Yudi untuk mengutarakan masalahnya, karena beberapa minggu
ini kulihat wajahnya sangat sendu dan selalu murung.
Saat kubilang “kalau aku.. punya istri seperti itu.. sudah kuceraikan dia Di..!” Tapi, Yudi menjawab dengan tenang dan bijak.
“Kalau urusan menceraikan, itu hal yang
mudah.. namun efek yang ditinggalkannya akan terasa sulit bagi anak
anak. Bukankah ada ayat Allah yang menyuruh kita agar jangan
meninggalkan anak anak kita dalam keadaan lemah. Itulah, saya takut anak
anak tidak mendapatkan kasih sayang, pengertian, perhatian serta
kecukupan hidup yang layak, sehingga anak anak menjadi manusia yang
lemah”
“Lalu.. bagaimana dengan hasrat biologismu Yud?? Sampai kapan kamu bisa bertahan??” Tanyaku..
“Sampai dia mau.. kalaupun seumur
hidupnya dia tidak mau, tetap saya tidak akan mencari yang lain. Biarlah
kesabaranku, keikhlasanku terhadap istriku sebagai jalanku untuk
mencapai Ridho-Nya. Allah Swt. Pasti tahu yang terbaik bagiku.. dan
makhluk yang paling indah, paling cantik dan paling membahagiakan bagiku
adalah mendapatkan bidadari di syurga..”
Saya tidak bisa berkata apa apa lagi..
setalah mendengar jawabannya..!! Semuanya pasti sudah Yudi
pertimbangkan, sehingga dia begitu kuat menghadapi kehidupan rumah
tangga yang seperti itu.
Saat banyak orang yang dengan mudahnya
bercerai tanpa alasan yang kuat, saat banyak orang tua yang tidak
bertanggung jawab terhadap anaknya, saat orang seenaknya menyalurkan
hasrat biologis dengan membabi buta, ternyata masih ada orang setegar
dan seikhlas Yudi..
Saya pun mendapatkan pelajaran darinya,
hidup ini adalah ujian.. seberat apapun keadaannya, semuanya akan bisa
dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan pengertian bahwa hidup ini
hanyalah sebentar.. hanya sekejap saja, jika dibandingkan dengan
kehidupan akhirat..
Betapapun beratnya, sulitnya serta
banyaknya masalah yang dihadapi.. maka hadapilah dengan sabar, untuk
urusan kebahagiaan.. semoga kita mendapatkan yang hakiki dan abadi di
syurga-Nya Allah Swt. Amiin.
Jaga anakmu.. karena itu adalah amanat dan investasi buatmu,
Janganlah mengikuti nafsumu, karena itu hanya akan menjerumuskanmu ke dalam kehinaan,
Janganlah terpesona dengan keindahan dan kecantikan wanita
dunia, karena bidadari lebih indah dan lebih cantik dibandingkan wanita
tercantik di dunia, bahkan kecantikan wanita di dunia tidak ada seujung
kukunya bidadari syurga,
Sabar dan ikhlaslah.. Allah mengetahui balasan yang terbaik untukmu..
Semoga kisah ini menjadi pelajaran dan i’tibar bagi kita semua.. Amiin..
Silahkan share jika sahabat pikir artikel ini bermanfaat…
Pagi yang mendung mengawali perjalanan kisahku. Pagi ini aku piket bersih-bersih di sekolah,aku agak berangkat lebih awal. Aku segera mandi setelah aku membersihkan kamar tidurku. Saking dinginnya air membuat aku segera cepat-cepat keluar dari kamar mandi.
“Ah…akhirnya selesai juga.”
“Sayang cepat hari ini kamu piket kan di sekolah?” teriak mamaku dari lantai bawah di meja makan rumah kami.
“Iya, Ma aku ganti baju dulu!”
Aku segera ganti baju untuk segera menuju ke meja makan.
“Sayang sini makan Mama sudah siapin roti buat kamu,mau rasa apa sayang?”
“Ah, nggak Ma aku ambil sendiri saja.”
Aku duduk dan mulai makan roti tawar yang di siapkan mamaku.
“Sayang nanti Mama mau arisan ntar kamu di rumah sama Bibi ya…”
“Iya nggak papa kok Ma,Ma aku berangkat dulu ya..”
“Iya hati-hati ya, Sayang.”
“Assalamu’alaikum?” sambil kucium tangan mamaku dan ku mulai meninggalkan rumah.
“Waalaikumsalam,hati-hati sayang.”
Aku segera ambil sepeda pink kesayanganku yang sudah dikeluarkan Pak Argo.
“Pak, Nia berangkat dulu, ya!”
“Ya, Non…jangan lupa baca doa, ya.”
Aku mulai menaiki sepeda hadiah ulang tahunku yang ke-13 pemberian ayahku. Pagi yang mendung membuat aku kedinginan saat aku menaiki sepeda kesayanganku. Tapi aku harus tetap pergi ke sekolah. Kulihat jam tanganku dan jam mulai menunjukkan pukul 06:30. Kukayuh sepedaku makin kencang karena waktu telah mengejarku. Sekolahku sudah mulai terlihat dari kejauhan.
“Akhirnya sampai juga.”
Aku segera masuk ke ruang kelasku dan mulai menyapu lantai ruang kelasku, salah satu kelas favorit di sekolahku. Ya sih aku memang salah satu murid di kelas itu. Kurasa biasa saja menjadi salah satu murid di kelas ini. Aku segera menyapu di sela-sela meja kursi di kelasku,dan akhirnya selesai. Kutengok ke luar kelasku ternyata murid-murid lain sudah berangkat.
“Tet…tet…tet…!” bel berbunyi. Anak-anak segera masuk ke ruang kelas mereka masing-masing.
Tak ada aktivitas apa pun yang kami lakukan di rung kelas,begitu pun kelas-kelas yang lain. Setelah beberapa jam kami mulai bosan membaca buku-buku pelajaran. Setelah sekitar jam 09.00 kami ke luar kelas.
“Hari ini kayaknya free,denger-denger guru-guru pada rapat,” kata salah satu teman sebelah bangkuku. Siska itu namanya, nama lengkapnya Siska Indriyani.
“Wah, beneran Sis? Enak dong bebas tapi pulangnya jam berapa?”
“Kayaknya jam 10-an, emangnya ada apa?”
“Enggak cuma tanya aja soalnya tadi Mama aku bilang mau pergi arisan.”
“O… ntar ke rumahku, yuk.”
“Maaf tapi hari ini aku kurang bersemangat.”
“Ya, udah kapan-kapan kamu main ke rumahku ya…”
“Ya, …insyaallah.”
“Perhatian semua murid boleh belajar di rumah.”
Murid-murid rame mendengar pengumuman tadi dan segera berkemas-kemas untuk pulang begitu pun aku. Aku segera masuk ke kelas untuk mengemasi buku-bukuku yang berserakan di meja. Aku langsung ke parkiran mengambil sepeda kesayanganku. Dan mulai mengayuh sepedaku. Hari sudah mulai cerah dan matahari mulai menampakkan sinarnya. Sinar matahari membakar kulitku. Tapi tak apalah yang penting sudah pulang lebih awal. Lagian rumahku dengan sekolah nggak begitu jauh. Mungkin cuma 15 menit saja. Dah akhirnya aku sampai juga di rumah yang membesarkan aku sampai besar seperti ini.
“Assalamualaikum, Nia pulang...?”
“Non sudah pulang?”
“Iya, tadi ada rapat di sekolah,Mama udah berangkat?”
“Udah Non, iya tadi ada yang titip surat sama bibi pas Non baru saja berangkat, ini Non.”
“Tapi dari siapa, Bi?”
“Bibi nggak tahu yang pasti dia tadi cowok,kayaknya teman sekolah Non soalnya seragamnya sama punya Non.”
Ku buka surat yang membuat aku penasaran itu.
Temui aku siang ini di cafe valya jam 11.00 PENTING!
Aku penasaran dengan siapa yang mengirim surat ini padaku. Tapi berpikir mungkin dia, tapi kenapa harus pake suratkan dia bisa ngomong langsung sama aku. Tapi aku tak percaya dengan surat itu. Aku segera naik dan masuk ke kamar aku. Aku segera ganti baju, tapi aku resah saat aku teringat dengan surat itu. Tepat pukul 11.00 hatiku makin penasaran dengan pengirim surat kaleng itu. Aku segera ganti baju untuk segera pergi ke cafe itu. Aku segera ke bawah dan berpamitan kepada bibi.
“Bi,nanti kalau aku ditanya Mama bilang aja kalau aku pergi ke rumah temen aku.”
Aku segera ke luar rumah.
“Tapi Non kok buru-buru gitu?”
Kebetulan ada raksi lewat,aku segera masuk ke dalam taksi.
“Pak cepet ya,antar saya ke Cafe valya,” buruku pada sopir taksi itu.
Dia hanya menganggukkan kepalanya saja. Tapi sepertinya aku telat datang.
“Aduh, kenapa macet? Dia masih di sana nggak ya?”
Aku makin cemas, terik matahari yang menyengat tak membuat aku putus asa karena aku benar-benar ingin tahu siapa yang mengirim surat itu padaku. Dering HP aku berbunyi,ku lihat ternyata ada sms masuk.
“Siang Cayang kamu lagi apa?”
Ternyata sms dari dia,ini membuat aku makin penasaran siapa kalau bukan dia. Aku segera membalas sms dari Ardi. Seorang cowok yang membuat aku jatuh cinta. Aku jujur dengan dia kalau aku ingin pergi.
“Aku sedang ke luar rumah Cayang ada acara penting.”
Balasku padanya di sms.
Setelah itu dia tak lagi membalas smsku,memang dia pengertian sama aku. Dia tak pernah menggangu semua urusan yang aku anggap penting.
Kulihat jam tanganku, waktu mulai menunjukkan pukul 11.20 hatiku makin tak karuan. Taksi pun mulai berjalan dari kemacetan yang menghambat perjalananku ke sana. Taksi pun berhenti karena sudah sampai di depan cafe. Aku segera ke luar taksi.
“Eh neng,bayar dulu!” teriak sopir taksi itu padaku.
“Oh, iya Pak maaf,ini.”
Saking terburunya aku sampai-sampai aku lupa bayar. Aku segera masuk,tapi dering HP aku berbunyi lagi. Dan lagi-lagi sms. Ku lihat 085674292986 nomer yang tidak aku kenal.
“Aku tahu kamu sudah sampai di depan cafee, aku pakai jaket coklat kotak-kotak.”
Sms ini membuat aku penasaran,dan aku segera masuk untuk mencari cowok itu. Kutengok kanan kiri mataku tertuju pada meja no 14. Di sana kulihat cowok berjaket coktat kotak-kotak. Segera aku mendekatinya. Saat aku ingin bertanya padanya dering HPku berbunyi lagi. Ternyata sms dari lelaki misterius itu. Kubuka sms itu.
“Aku bukan dia aku duduk di meja sebelah timur.”
Kutengok ke bagian timur tak kulihat seorang cowok berjaket coklat kotak-kotak. Kuambil HPku di tas. Ku-sms cowok itu.
“Kamu di mana,jangan permainkan aku!”
Beberapa menit kemudian HPku berdering ternyata ada sms. Segera kubuka sms ternyata Mamaku. Mama menanyakanku kalau aku ada di mana. Tapi tak kuhiraukan sms dari Mamaku. Aku makin penasaran dengan cowok bernomer IM3 itu. Kutelpon nomor itu dan telpon aku ditolak. Aku makin jengkel dengan cowok bernomer IM3 itu. Aku mulai meninggalkan cafe itu,tapi dering HPku berbunyi lagi. Kulihat ternyata sms dari cowok itu.
“Kamu jangan keluar,sekarang aku ada di meja no 8.” Begitu smsnya padaku.
“Sekali lagi kamu mempermainkan aku,aku tak akan mencari kamu lagi.” Begitu balasan smsku padanya.
“Cayang kamu bisa ketemu sama aku.” Sms Ardi padaku kala kuingin mencari cowok misterius itu. Ku makin bingung aku ingin membalas apa padanya. Masa aku bilang kalau aku ingin menemui cowok yang tidak aku kenal. Tapi aku harus jujur padanya.
“Maaf Cayang aku enggak bisa aku lagi sibuk. Aku mau ketemu sama cowok yang enggak aku kenal, dia bilang kalau ada masalah penting,” balasku padanya.
Smsku nggak dibalas-balas, tapi tak apalah mungkin dia sudah mengerti aku. Aku segera berjalan menuju meja no 8. Kulihat seorang cowok yang tak begitu asing kulihat. Kudekati dia. Sungguh aku kaget ternyata cowok ber nomer IM3 itu Ardi pacar aku.
“Cayang….”panggilku.
Dia segera berdiri dan mempersiapkan tempat duduk untukku.
“Silakan duduk.”
Tapi wajahnya aneh saat itu. Wajahnya agak sinis kala aku ingin melihatnya. Ini membuat aku takut dengan semua yang terjadi tadi saat aku bilang kalau aku ingin menemui seorang cowok yang tidak aku kenal. Dan tak begitu mempedulikannya.
“Aku mau ngomong sama kamu,” katanya padaku dengan wajah yang begitu serius.
Ini membuat hatiku makin berdebar-debar. Kulihat matanya begitu sinis. Aku segera menganggukkan kepalaku.
“Mau ngomong apa, Cayang?” tanyaku padanya agak ketakutan.
“Apa kamu siap?” tanyanya balik padaku.
“Memangnya kamu mau ngomong apa?”
“Sudah kamu siap apa nggak?”
Ini membuat aku makin takut. Aku takut kalau hubungan yang aku jalani padanya akan putus karena masalah ini. Karena aku sudah terlanjur sayang dengannya sudah sekitar satu tahun aku jalani hubungan ini. Masak aku harus putus dengannya. Tapi bagaimana lagi kalau ini yang dia inginkan.
“Ya…aku siap, kamu ngomong aja aku terima semua keputusan kamu,” jawabku padanya agak terputus-putus.
“Nia…aku mau ngomong kalau…”
Aku menganggukkan kepalaku dan memejamkan mataku rapat-rapat. Karena begitu ketakutannya padaku.
“Aku mau ngomong kalau aku sayang sama kamu,selamat ulang tahun hubungan kita ya…”
Aku kaget, hati aku sangat lega. Kupandang dia dan dia hanya tersenyum padaku.
“Maaf Cayang, aku tadi ngerjain kamu.”
“Ah…kamu,tak kira kamu mau mutusin aku. Nggak papa kok. Makasih ya kamu dah inget ma hubungan kita.”
“Nggak aku masih sayang kok sama kamu. Ea… tadi kamu di-sms Mama kamu kan nggak kamu bales sana balas dulu!” katanya padaku.
“Iya,tadi Mama sms aku.”
Segera ku ambil HPku dan kubalas sms dari Mama aku.
“Ea…tapi kamu kok tahu kalau Mamaku sms ,dan tadi nomer siapa?” tanyaku padanya.
“Tahu dong kan tadi aku sms Mama kamu, cuma mastiin kalau kamu jadi pergi ke sini nggak. Dan nomor itu…itu nomor baruku yang aku beli buat ngerjain kamu aja. Maaf Cayang.”
“Ah tak kira kamu siapa lho, Cayang!”
Setelah itu kami ngobrol,ini membuat aku makin sayang sama dia. Tak terasa aku ngobrol dengannya. Kulihat jam tanganku jam menunjukkan pukul 12.30.
Kami segera pulang karena sudah siang dan kami pun juga belum salat. Setelah beberapa menit aku menunggu taksi. Akhirnya ada taksi yang lewat. Aku segera masuk dan kebetulan lagi itu taksi yang aku naiki waktu aku berangkat.
“Eh…kamu lagi neng,” sapa sopir itu padaku.
“Iya…,”jawabku agak malu padanya karena tadi aku lupa bayar.
Di dalam taksi kami bercerita tentang kenapa tadi aku sampai lupa bayar. Perjalanan kami diwarnai dengan tawa. Dan tak terasa juga kalau sudah sampai di rumahku. Taksi berhenti.
“Neng jangan lupa bayar, ya,” candanya padaku saatku ingi membayar ongkos taksi pada sopir itu.
Aku hanya bisa tertawa. Aku segera masuk ke rumah. Mama sudah menunggu aku. Aku segera masuk kekamar untuk salat. Setelah itu aku menceritakan semuanya pada Mama. Mama tertawa saat aku menceritakan semua yang aku lakukan hari ini. Aku dan Mama aku memang sangat akrab. Aku selalu menceritakan semua yang aku rasakan sama Mamaku. Dan semua telah bahagia. Aku cuma bisa berharap selamanya kan seperti ini. Aku bahagia dengan semua anugerah dan kenikmatan yang di berikan Allah padaku dan keluargaku.