Kamis, 11 Maret 2010

PENJARA CINTAKU YANG SUCI (REVISI)

Oleh:Izzan Nafi Arini

Aku tidak menyangka bisa menemukan wanita seperti dia. Begitu banyak masalah keluarga yang menimpaku. Hingga aku tak bisa mengurusi diriku sendiri. Aku merasa ayah dan ibuku berlebihan kepadaku. Mereka memaksaku untuk begini begitu,aku sangat tertekan dengan keinginginan mereka kepadaku. Mereka tidak pernah membebaskan aku. Apa mereka tidak pernah berfikir kalau aku ini laki-laki,aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku ingin seperti teman-temanku yang lain bebas.

Aku sadar kalAu aku anak santri, tapi apa aku harus baik banget? Enggakkan ? aku benar-benar tertekan dengan keluargaku. Sampai-sampai aku menjadi anak yang nakal disekolah maupun dipondok. Apalagi aku anak kelas VIII,umur-umur anak remaja, dimana butuh kebebasan. Aku tidak bisa bebas dengan aturan-aturan keluarga,pondok,dan sekolah. Jadi aku keluarkan semua itu dengan kenakalanku saat ini.

Dipondok aku terkenal menjadi anak ternakal. Aku pernah dihukum pengurus nguras got,gara-gara aku melanggar peraturan pondok merokok. Aku tidak kapok-kapok dengan perbuatanku. Mungkin ini semua terjadi karena aku bener-bener tertekan dengan semua aturan-aturan yang mengikatku.

Keluagraku tidak pernah memperhatikanku,ya memang benar aku dituntut begini begitu tapi mereka hanya sebatas menuntut saja, tidak pernah bisa mengerti perasaanku. Itu semua membuat aku jarang pulang kerumah disaat libur sekolah maupun libur pondok. Aku begitu kesal melihat keluaragku. Aku hanya pulang kerumah Budeku. Aku enggak tau kenapa aku merasa nyaman disana. Mungkin karena banyak yang memperhatikan aku dan mengerti perasaanku. Entah aku tidak tau dengan semua itu. Aku hanya merasa nyaman dengan Budeku.

Disekolah aku juga dicap menjadi anak nakal,tapi aku juga heran kenapa aku bisa menjadi pengurus OSIS di MTs N Bantul. Tapi mungkin itu hanya kebetulan saja. Meskipun aku menjadi salah satu pengurus OSIS aku tetap menjadi anak nakal. Aku pernah ditanya temanku kenapa aku bisa senakal kayak gitu. Dia menebak kalau aku butuh kasih sayang. Aku merasa mungkin itu benar. Kucuba mendekati wanita. Tapi aku belum bisa menemukan wanita yang bisa memberikan kasih sayang yang aku inginkan.

Hingga aku mengenal dia. Aku belum pernah sama sekali mengenal dia . Meskipun dia satu ponpes denganku. Saat aku mulai mengenal dia aku mulai merasakan sedikit kenyamanan. Kucoba untuk mendekatinya. Dan aku ingin memilikinya. Tapi aku ragu untuk mengungkapkannya. Aku sadar kalau aku hanya lelaki yang nakal,aku tidak pantas untuk memilikinya. Tapi semakin aku tahan hatiku semakin mendobrak.

Pagi itu kucoba untuk mengungkapan perasaanku padanya. Aku mendekatinya dan aku mulai mengatakannya. Hatiku sangat gak karuan saat itu. Nia Andriyani sesosok orang yang aku sayangi takku sangka juga merasakan apa yang aku rasakan. Ya …Allah apa aku bermimpi bisa memiliki dia? Mulai pagi itu kami jalani hubungan kami.

Setelah beberapa hari kami jalani aku sudah kesal dengan sikapnya yang selalu cuwek denganku. Tapu aku sudah mulai mengerti sifat-sifatnya. Hubungan kita tetap berlanjut hingga kelas IX. Dia heran dengan sikapku beberapa hari ini yang selalu diam. Aku menceritakan semua masalahku padanya. Apalagi kalau tidak masalah keluarga. Aku menceritakan semua yang aku rasakan. Dia memberi masuakan-masuakan tapi aku menolaknya. Aku sangat muak dengan pendapat-pendapatnya. Aku marah dan aku mulai mendiamkannya.

Meskipun sikapku padanya seperti itu dia tetap memperhatikanku. Saat menjelang Ujian Semester Genap dia tetap menyuruhku untuk belajar. Aku benar-benar kesal dengan sikapnya yang selalu mengaturku. Kuputuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Dia hanya bisa bersabar melihat sikapku. Meskipun kita sudah tidak terikat dia tetap menyapaku dikala dia melihatku. Sempat ia mengirimkan puisi kepadaku

Kasih ….
Ku serahkan seluruh hati dan ruang rinduku untukmu
Tapi kiranya kau tolak semua itu
Kucoba tuk rebut hatimu
Tapi kau simpan rapat-rapat hatimu
Bahkan kau beri duri hatimu
Sehingga kutertusuk kalaku ingin mencurinya

Tapi kukan setia menunggu hingga duri itu layu
Dan ku harap kau tumbuhkan bunga
Sebagai pengganti
Bunga indah
Bunga cinta dan kasih sayang
Yang tulus
Dan selembut sutra

Setelah aku membaca puisinya itu. Aku tetap cuwek dengannya karena aku terlanjur sebel dengan semua sikapnya.

Tak terasa pengumuman kelulusan tinggal besok. Alhamdulillah semua murid MTs N Bantul. Setelah kelulusan aku mulai merindukan perhatian,kasih sayang,dan senyumannya.

Aku baru sadar,kalau aku tidak bisa bangkit tanpa Nia. Aku sangat-sangat menyesal. Aku ingat saat aku ceritakan masalah keluargaku padanya. Berhari-hari aku marah dengannya. Aku menyesal. Andai waktu bisa terulang kembali.

Sejak itu aku benar-benar sadar. Aku mulai merasakan kegelisahan saat aku terpisah dengannya. Aku takut bila aku menjadi anak nakal seperti dahulu sebelumku mengenalnya. Tapi sejak itu aku sadar bahwa aku tidak bisa bangkit tanpa Nia. Aku semakin sayang dengan keluargaku,aku mengerti apa arti hidup,dan melakukan apa yang pernah ia sarankan kepadaku untuk keluargaku.

Sekarang aku benar-benar yakin bahwa keluargaku hanya ingin membuat aku sadar bahwa hidup itu butuh pengorbanan. Dan sedikit demi sedikit aku torehkan prestasiku di SMA N 1 Yogjakarta. Dengan prestasiku itu semua keluargaku sangat senang dan mereka benar-benar bangga dengan keberubahan sikapku. Itu semua semakin menambah kesadaranku bahwa Nia adalah wanita yang sempurna. Aku bersyukur sempat memilikinya. Namun disisis lain aku menyesal telah menyia-nyiakan dia. Andai waktu bisa terulang akuakan menjaganya dengan sekuat jiwa dan ragaku. Aku tidak akan melepasnya hingga takdir yang akan melepaskan itu semua. Bila waktu tidak bisa terulang izinkan aku bertemu dengannya. Untuk mengucapkan terima kasih atas kesetiaan dan ketulusannya menyayangiku. Dan aku juga akan minta maaf kepadanya atas segala sikapku kepadanya dahulu.

Ya Allah…
Terima kasih
Kau telah berikan aku keluarga yang harmonis
Keluarga yang selama ini aku impikan

Tapi mengapa Ya Allah
Disisi lain kau baru memberikan aku penyesalan
Dimana penyesalan itu yang membuat aku seperti ini

Andai dia masih didekatku
Kanku sayangi dia setulus cintaku
Takkanku biarkan dia meneteskan air mata
Tapi apalah dayaku ini telah terjadi